Apa maumu sebenarnya?
Apa yg hendak kau tuju hah?
Kupikir masih ada secercah cahaya dalam dirimu,
Oh Tuhan andai manusia bisa menjadi pengatur nasib manusia lainnya
Tidakkah kau lihat bayi yg sedang menangis itu
Meratapi kenyataan Ia harus ada di dunia ini
Akan jadi apa kelak Ia nanti?
Itulah dirimu 20 tahun lalu,
Tidakkah kau sadar kau pernah menangis?
Namun kenapa kau jadi sebegitu beringis
Tidakkah kau indahkan jerih payah ibumu
Bertaruh nyawa hanya untuk melahirkanmu
Tidakkah kau pahami?
Lihat anak anak itu, bermain berlarian bersama dengan yang lain
Ketika panggilan Tuhan memanggil Ia segera ingat akan dirinya
Tidakkah kau lihat itu hah?
Itulah dirimu 30 tahun yang lalu
Kini kau semakin menua
Tidak, kau tetap sama dengan kau 30 tahun lalu
Hanya saja kau semakin pintar
Semakin pintar membodohi dirimu sendiri
Kau kobarkan semangat berapi api membela agama
Manis dimulut menjadi sajian jitumu
Semakin kehilangan dirimu sendiri
Semakin menjadi jadi kuasa nafsu akan dirimu
Lalu sampai kapan cahaya itu tetap ada?
Percayalah, tiada kata terlambat bagi cahaya itu ntuk bersinar
Dengan istigfar memohon
Karena sejatinya dirimu akan kembali menuju Tuhanmu
Kita hidup untuk mati, dan mati untuk menuju kehidupan kekal abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar