Selasa, 23 April 2019

Ikhlaskah aku?

Ketika kita berbuat kebaikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain, pernahkah terpikir dalam lubuk hati kita, apakah kita ikhlas melakukannya? Pikiran yang terus mengusik diri kita, ini perkara yang tabu sih menurut saya karena penjelasan dari manusia sendiri tak akan menjelaskan secara baik, namun yang perlu digarisbawahi dalam perkara ini adalah bagaimana timbul ketidaknyamanan ketika kita melakukan suatu yang baik itu sendiri, saya rasa ikhlas sendiri itu relatif, bagaimana kita melakukan sesuatu didasari atas kemauan kita sendiri tanpa mengharap pada orang lain, lalu kalau mengharap pada Allah bagaimana? Kan sudah dijelaskan hanya kepada Allah kita berharap, saya rasa tak ada salahnya berharap kepada Allah dan memang itu yang dianjurkan.

Lalu bagaimana menjawab pertanyaan yang ada dalam diri itu sendiri, tentang keikhlasan dari amalan amalan yang kita lakukan, pikiran pikiran yang datang seperti itu perlu kita cermati apakah hanya godaan dari syetan agar kita terjerumus untuk kapok melakukan hal hal yang baik atau sebuah sarana evaluasi diri atas apa yang telah dilakukan, tergantung kembali lagi kepada kita untuk menyikapinya.
Ketika kita mengatakan pada diri sendiri, berusaha meyakinkan pada diri sendiri, saya ikhlas, maka sudah kerjakan lagi kebaikan yang lain karena kerelatifan standar keikhlasan dari manusia itu sendiri, biar Allah yang menilai, teruslah menebar kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar